Thursday, September 27, 2012

Harapanku PLN Hadir di Desa Alasmalang

 Assalamualaikum Sahabat Blogger. Terik siang yang panas menembus kaca di ruang kerjaku yang menghadap kiblat membuatku silau terkena pantulan dari layar monitor. Sudah hampir jam setengah tiga, harap waspada pasalnya dua hari terakhir PLN mengadakan pemadaman di daerah kantorku. Tapi biasanya jam setengah lima nanti listriknya mati. Pemadaman yang tidak setiap hari saja terkadang membuatku jengkel karena pekerjaan yang semakin menumpuk tidak bisa di kerjakan sebab komputernya juga tidak nyala. Terlebih kantorku belum menyediakan genset, tapi ya sudahlah apa boleh buat diam aja sambil ngrumpi. Ada untungnya juga sih kadang kalau PLN memadamkan listrik tapi tetap saja di kemudian hari pekerjaan juga semakin ngantri. Tapi kali ini saya tidak hanya akan menceritakan tentang PLN di kantorku saja, aku akan menceritakan sedikit tentang desa Alasmalang. Apa ada hubungnnya PLN dengan desa Alasmalang ? tentunya ada sahabat. Berikut ceitaku tentang desa Alasmalang dan hubungannya dengan PLN.

Mengenal Desa Alasmalang

Sebelumnya pernahkah sahabat mendengar desa Alasmalang ?
desa yang terletak tepat di tengah-tengah ribuan pohon jati yang mengitarinya. Desa yang berada di Kecamatan Jati Kabupaten Blora ini memang begitu terpencil dan terpelosok. Desa yang jarak tempuhnya cukup jauh kurang lebih 14 kilometer menembus dalamnya hutan jati untuk menuju pusat kecamatan setempat. Inilah desa Alasmalang, desa yang penuh dengan keterbatasan yang mengharapkan perubahan. Desa yang dihuni kurang lebih 100 kepala keluarga ini menggantungkan hidupnya dengan berladang. Berladang bukan milik sendiri melainkan ladang tanah milik perhutani yang sudah kosong setelah adanya tebang pilih. Mereka bercocok tanam jagung, singkong, padi dan tumbuhan lain yang bisa dijadikan bahan makanan sehari-hari. Nah sahabat, itulah sedikit cerita tentang desa alasmalang.

Alasmalang Desa yang Gelap

Tinggal di desa tengah hutan memang bukan sebuah pilihan. Jika ada pilihan mungkin saja mereka memilih menikmati tinggal di perkotaan seperti kita agar bisa menikmati warna-warni dunia. Namun bagi mereka warga Alasmalang, mereka sudah mencukupkan semuanya dan menganggap inilah anugerah dari Allah untuk mereka. Mereka bersyukur masih bisa diberi kesempatan menikmati indahnya dunia di desa Alasmalang walau harus merasakan gelapnya dunia malam.

Alasmalang memang bukan desa yang cukup di kenal oleh khalayak. Sulitnya akses jalan menuju desa ini membuat orang luar berfikir sekian kali untuk mengunjungi desa tersebut. Namun disinilah dulu saya dilahirkan, saya lahir dan tumbuh di desa Alasmalang. Saya merasakan sendiri bagaimana kesederhanaan dan keterbatasan yang Kami miliki di desa kecil ini. Satu hal yang sampai saat ini masih saya ingat dan merasa miris adalah menerima kenyataan bahwa desa Alasmalang adalah desa yang gelap gulita di waktu malam. Tak seperti disiang hari, di malam hari hanya bertemankan obor dan sentir sebagai penerang. Tidak ada cahaya lebih selain lampu petromax yang hanya digunakan oleh warga ketika ada hajatan.Sunyi, senyap, sepi tanpa terdengar suara televisi maupun suara radio. Desa yang sangat hening dengan sejuta kepolosannya. Entah kapan perubahan akan dibawa sampai di desa Alasmalang.

Radio Hadir di Desa Alasmalang
Seiring perubahan jaman entah sudah berapa generasi desa Alasmalang mulai tersentuh dengan alat elektronik berupa radio. Alat elektronik yang mungkin sudah jadul (jaman dulu) bagi sebagian banyak orang baru hadir di desa Alasmalang. Saya masih ingat betul ketika pertama kali Kakek memiliki radio, hampir 24 jam NonStop  radio itu tidak dimatikan karena saking senangnya. Satu kalimat yang sering menjadi alasan beliau adalah "hanya dengan mendengar radio, kita bisa terhibur dan mendengar berita di dunia". Penyataan yang begitu jujur dan lugu yang diutaran oleh Kakek. Kalimat yang penuh makna yang berarti kakek sangat berharap untuk tidak ketinggalan informasi. Hal yang sama juga yang diharapkan oleh semua warga desa alasmalang. Itulah betapa bermanfaatnya sebuah radio bagi warga alasmalang.

Desa Alasmalang Ada Televisi
Setelah kehadiran radio, ada salah satu warga yang mendapat pengetahuan dari luar desa. Harapan untuk menikmati televisi, mendengarkan radio harus di tahan sekian puluh tahun. Namun walau berada di tengah hutan, warga alasmalang menggunakan teknologi tenaga surya. Warga Alasmalang menggunakan jasa matahari sebagai tenaga surya. Matahari yang begitu panasnya memang memberikan mafaat tersendiri bagi desa Alasmalang, yaitu sebagai penerang di desa kecil tengah hutan di waktu malam. Masih ingat sewaktu aku masih kecil, Nenek tergesa-gesa mengajaku untuk antri. Bukan antri pembagian sembakau melainkan antri mencari tempat duduk di salah satu rumah warga hanya untuk menonton televisi.
Televisi pada saat itu merupakan barang yang langka, terlebih dahulu masih musimnya televisi hitam putih yang layarnya dikerubuti semut alias kemresek karena sinyal jelek. Keadaan yang lebih parah yaitu ketika tidak kebagian tempat duduk di dekat televisi alias di barisan belakang jangan mengharap berani protes dengan sang pemilik untuk mengeraskan volume, jadi ya cuma nonton televisi sekedar nonton tanpa suara yang terdengar. Untuk urusan pilih acara apa lagi, semua itu hak yang punya televisi. Mau suka dengan acaranya atau tidak suka ya tidak berani ngomong karena kita cuma numpang nonton jadi ya wajib menerima apa adanya.

Bertahun-tahun kondisi ini di alami dan dirasakan oleh warga Alasmalang. Namun yang namanya hidup haruslah tetap hidup yang harus di jalani entah bagaimana rasa dan keadannya. Hal inilah yang mereka jalani, merasakan sempitnya dunia karena dibatasi dengan pohon jati. seakan menutup mata dan langkah mereka untuk menikmati dunia luar yang seharusnya mereka rasakan pula.

Habis Gelap Terbitlah Terang
Tahun 2010 yang sangat membahagiakan dan penuh berkah bagi warga desa Alasmalang. Entah dunia sudah mengalami peristiwa apa selama kurun waktu sampai 2010. Entah sudah berapa rekok muri tertulis di tahun 2010 itu. Tahun 2010 di mana dunia sudah dihujani dengan kecanggihan teknologi, tapi baru di tahun 2010 itu warga Alasmalang menikmati listrik dari PLN. Entah salah siapa kenapa baru di tahun  2010 mereka mendapatkan penerangan, apa mungkin karena faktor desa yang sulit di jangkau, akses jalan atau yang lainnya ? Entahlah apa alasannya yang terpenting sekarang sudah ada aliran listri di Alasmalang. Ternyata Allah mencukupkan desa Alasamalng untuk hidup dalam gelapnya malam. Harapan yang di tunggu sejak puluhan bahkan ratusan tahun lamanya baru terkabul di tahun 2010. Ketika di luar sana sudah mengembar-gemborkan dengan adanya penghematan listrik, alasamlang baru saja akan memulai menggunakannya. Namun badai pasti berlalu, dan habis gelap terbitlah terang. Bisakan sahabat membayangkan betapa bahagianya warga desa Alasmalang pada waktu itu? walau masih dengan peringatan untuk tetap terbatas menggunakan aliran listrik.

Spesial Untuk PLN Tercinta
Halo PLN, terimalah salam terima kasih Kami dari warga desa Alasmalang. Terima Kasih PLN yang telah membagikan aliran listrik di desa Kami yang sangat bermanfaat besar bagi semua warga desa Alasmalang. Maaf jika hanya sekedar ucapan terima kasih yang dapat Kami berikan atas hadiah terindah dari PLN


Harapanku  untuk PLN  Bagi Desa Alasmalang
Ada harapan yang terselip dari saya untuk PLN bukan hanya dari segi pelayanan saja. Semoga tidak ada desa Alasmalang - Alasmalang yang lainnya lagi yang bernasib sama menunggu datangnya cahaya lampu tanpa kepastian di sekian lamanya terkurung dalam gelapnya malam. Mohon di jangkau desa-desa lain yang senasib dengan desa Alasmalang untuk mendapatkan aliran listrik pula, sebab desa mereka juga berhak merasakannya.

Setelah dulu desa Alasmalang mengharap datangnya penerangan dari PLN, kini ada beberapa hal dari saya pribadi untuk PLN bagi desa Alasmalang.
Maukah PLN  Membantu SDN 2 Temuireng Desa Alasmalang ?
Halo PLN yang baik hati, pentingnya pendidikan bagi anak bangsa bagi saya itu juga kebutuhan utama. Namun lihatlah SDN 2 Temuireng yang terletak di Dukuh Alasmalang, Desa Pengkoljagung Kecamatan Jati Doplang Kabupaten Blora yang merupakan Sekolah Dasar satu-satunya ini.



Sudah lihat gambar di atas sahabat? Gambar yang pertama, pernahkan menyangka jika itu adalah sebuah bangunan sekolah? Lalu gambar yang ke dua adalah isi yang berada di bangunan sekolah tersebut. Apa yang ada di benak PLN dan sahabat blogger semua atas keadaan tersebut? berikut kondisi lengkap dari SDN 2 Temuireng yang terletak di desa Alasmalang bersumber dari salah satu guru SD tersebut : 

Kondisi Sekolah   :
  • Lokasi sekolah berada di tengah hutan jati sehingga akses kemana-mana menjadi sulit. Karena hanya terdapat 1 dusun di sana maka jumlah siswa tidak banyak. Sedikitnya jumlah siswa menyebabkan dana BOS yang turun hanya sedikit (jumlah dana BOS yang turun berdasar jumlah siswa). Dana BOS untuk SDN 2 Temuireng Blora hanya sekitar 7 jutaan per 3 bulan, sehingga cenderung terbatas, dan kurang jika harus dialokasikan ke buku, dll.
  • Jumlah tenaga pengajar ada 6 orang yang terdiri dari: 1 Kepala Sekolah, 1 Guru PNS  dan 4 GTT (guru tidak tetap, dgn gaji 135rb/bulan) + 1 penjaga.
  • Baru ada aliran listrik di sekolah tersebut tahun 2012 itupun donasi yang di berikan oleh sang dermawan yang perduli dengan SDN 2 Temuireng.
  • Tidak ada kamar mandi/toilet.
  • Tidak ada peralatan olahraga dan penunjang KBM (misal alat peraga, poster, dll)
  • Lokasi ruang kelas hanya dipisahkan oleh sekat-sekat dari kayu. Ruang kelas 1 dan 2 digabung di satu ruangan tanpa sekat yang juga berfungsi sebagai gudang. Sangat membutuhkan bangku tambahan (karena kurangnya bangku yang tersedia, anak-anak terpaksa berdesak-desakan)
  • Jumlah buku yang terbatas dalam jumlah dan jenis.
Namun ditengah segala keterbatasan dan kekurangan tersebut, anak-anak di sana terus mengukir prestasi. Rata-rata setiap tahunnya mereka memeroleh peringkat pertama perolehan NEM tertinggi se Kecamatan Jati. Keikhlasan dan kerja keras para guru disana serta kemauan besar anak-anak untuk belajar dan mengejar prestasi membuat mereka tidak mengeluh dengan kondisi saat ini. “Anak-anak jauh dari kata nakal dan bandel, mereka penurut dan tidak neko-neko.” Kata Pak Sudiharto (GTT selama 9 tahun dgn gaji pertama 40rb-135rb/bulan untuk saat ini).

Selain segala keterbatasan yang dimiliki SD tersebut, perlengkapan sekolah siswa sendiri juga tidak kalah kurangnya lihatlah aktivitas mereka saat beristirahat di luar sekolah berikut ini.

Mereka bermain dengan penuh rasa gembira di depan sekolah sederhana mereka satu-satunya. Lihatlah ada kaki-kaki kecil telanjang tanpa sepatu. Baju-baju merekapun juga baju seragam warisan dari kakak kelas mereka terdahulu. Miris sekali potret generasi Bangsa Indonesia yang ada di desa Alasmalang. Sejatinya di hati kecil mereka juga menginginkan pendidikan yang layak. Mereka butuh buku-buku sebagai pendukung mereka belajar. Lihatlah harga -harga buku pelajaran BSE (Buku elektronik sekolah) versi cetak. Daftar harga dapat diakses di http://peragasurabaya.blogspot.com/2012_07_01_archive.html. Terbilang terjangkau mereka membutuhkan buku-buku tersebut.


Itulah harapanku untuk PLN, semoga sudi meninjau sekolah dan desa Alasmalang. Saya tunggu kehadiran PLN jika peduli dengan SDN 2 Temuireng. Jika dibandingkan dengan kota yang selalu terjamah dengan bantuan Pemkot atau dana lainnya semoga PLN juga peduli dengan pendidikan di desa Alasmalang di SDN 2 Temuireng. Sekali lagi terima kasih PLN untuk kehadirannya di desa Alasmalang.

Semoga bermanfaat dan wasalamualaiku.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Harapanku PLN Hadir di Desa Alasmalang

40 Komentar:

  1. ditengah keterbatasan, anak-anak selalu mengukir prestasi, apalagi kalo fasilitas lengkap, pasti tambah berprestasi lagi, salut untuk tulisannya, bagus banget.

    ReplyDelete
  2. @agnes : oke deh Aamiin mak makasih sudah berkunjung.

    ReplyDelete
  3. @GCG untuk PLN : iya pengennya sih juga gitu Gan, semua sarana prasarana sekolah komplit, semoga PLN sudi membantu ya :-) aamiin.

    terima kasih untuk kehadirannya Gan,

    ReplyDelete
  4. adapaun kekurangan fasilitas sekolah, namun siswa-siswa desa alasmalang harus tetap semangat belajar. semoga PLN bisa membantu keadaan ini.

    ReplyDelete
  5. @Lukman Hakim ; Aamiin semoga PLN peduli ya Gan.. :-) makasih sudah mampir Gan.

    ReplyDelete
  6. harapan yang sangat mulia mas. Insya Alloh bisa segera tercapai. Yakin saja

    ReplyDelete
  7. @Agus Mulyadi ::-) Aamiin semoga PLN bisa sedikit membantu SD tersebut. maaf admin blog ini cewek mas Agus, jadi panggil saja Mbak tau Ulie.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. mantap...smoga dapat perhatian dari pln dan tulisan in jadi number one.amin

    ReplyDelete
  10. @ jhonbee : Aamiin Gan, semoga PLN sudi membaca harapnku dan mewujudkannya

    ReplyDelete
  11. @Ngudi Ilmu : Aamiin Gan.. terima kasih atas doanya.

    ReplyDelete
  12. Harapannya Bagus Mbak.. tapi kalo aku maunya bukan sama PLN minta bantuan kayak gini.. Ini tugasnya pemerintah daerah..
    Jadi udah seharusnya pemerintah situ yang turun tangan..PLN kan tugasnya bagian Listrik..hehe.. jadi ga baguslah kalo di campur aduukkan..Klau pemerintah setempat g bisa Turun tangan Buat apa juga ada SD disitu.. dan yang mesti disalahkan itu ya pemerintah.. Tapi sekolah itu mau Perbaiki Listrik bisa itu baru Hubungi PLN..Klao PLN yang selalu Turun tangan kayak gini Pemerintah Jadi MANJA and sibuk ngisi lemak Perutnya doank..

    ReplyDelete
  13. waduh kan itu harapan saya mas, soal nanti PLN mau atau tidaknya ya itu kebijakan PLN, nyatanya saja mehasiswa UGM juga pernah mendapat beasiswa dari PLN jadi apasalahnya jika saya juga mengharap yang sama kepada PLN untuk SDN 2 Temuireng ?

    ReplyDelete
  14. Lanjutkan Semangatmu dan Keep it on, Majulah Indonesia, Negara kita tercinta... Satu Bangsa Satu Rasa

    ReplyDelete
  15. semoga PLN bisa mewujudkan harapan kamu ya.. ga cuma SD di Alasmalang tapi semua sekolah yang membutuhkan perbaikan.. ^^

    ReplyDelete
  16. yang ta'bah kawan ..

    http://blog.teliti.net/

    ReplyDelete
  17. @ rave67 : Siip.. sellau semangat deh Gan.. makasih ya..
    .
    @ Irene Priscilla : Iya mbak Aamiin, semoga PLN bisa sedikit membantu :-) terima kasih ya Mbak..

    ReplyDelete
  18. @ Blog.Teliti.net : Iya kauad :-) siip.. maksih yaps.

    ReplyDelete
  19. Hampir sama dengan daerah asalku mbak. silahkan mampir di http://blog.umy.ac.id/sumarsih/

    ReplyDelete
  20. @ sumarsih : Oya mbak ? oke deh langsung saja ke TKP>

    ReplyDelete
  21. @aaSae : Aamiin. terima kasih doanya.. semoga PLN mau membantu.

    ReplyDelete
  22. terimakasih sudah mengundang saya untuk membaca tulisan ini.. semoga PLN bersedia untuk membantu Desa Alasmalang ini. Walaupun namanya Alasmalang, bukan berarti nasibnya ikut malang, he2.
    Walaupun nanti sekiranya PLN tidak bisa membantu, saya harap jangan patah semangat untuk terus berupaya.Banyak kesempatan dan harapan untuk perbaikan infrastruktur SD ini.
    Man Jadda Wajadda

    ReplyDelete
  23. @ Mpu Gandrinx : Iya Gan, hanya berharap saja barang kali PLN sudi membaca harapanku ini, semoga juga tidak hanya dari PLN saja yang membantu SD Kami, tetapi juga para donatur lainnya .. terima kasih sudah berkunjung Gan..

    ReplyDelete
  24. Alas malang, di Blora di Jawa apa mas???... nice post. kondisi sekolahnya sampai sekarang masih sperti itukah? wah.wah.wah

    ReplyDelete
  25. @ gustii : Waduh salah paham Gan,, ane cewek kenapa jadi di panggil MAs ? heheheheee iya tuh kurang tahu kenapa masih seperti itu, semoga ada donatur yang mau memberi bantuan untuk SD tersebut.

    ReplyDelete
  26. lengkap.... Sampai photo sekolahan nya juga di pajang...
    Syip dah....
    Mampir ya dan Baca juga harapanku

    ReplyDelete
  27. Siip Gan.. kelengkapan itu cuma sebagai bukti aja Gan kalau saya tidak berbohong tentang keberadaan SD tersebut... oke saya akan balik mengunjungi..

    ReplyDelete
  28. Wow mulia banget gan, kalau sampai tulisan ini didengar oelh PLN karena akan mengubah situasi desa tersebut...

    ReplyDelete
  29. @ Ahmad Roqib : :-) Aamiin semoga Gan... itulah harapan saya kepada PLN.. makasih gan sudah mampir.

    ReplyDelete
  30. Tetep semangat yang di Alasmalang... :D

    Ditunggu kunjungan baliknya di http://www.nuzulromadona.com yaa.. :)
    Aku juga ikutan lombanya... :D

    ReplyDelete
  31. :-) ssiippp makasih Gan... :-)
    segera meluncur

    ReplyDelete
  32. tulisan yang sangat dekat dengan kehidupan kita, semoga PLN bisa lebih baik lagi...
    salam kenal :)
    terus berkarya !!!

    ReplyDelete
  33. Terima kasih juragan ,infonya menarik sekali

    ReplyDelete
  34. Terima kasih juragan ,infonya menarik sekali

    ReplyDelete
  35. Terima kasih juragan ,infonya menarik sekali

    ReplyDelete
  36. Terima kasih juragan ,infonya menarik sekali

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentar yang di tinggalkan :-)

Tentang Penulis :
Yulianti (ulie) lahir di kota kecil di Kabupaten Blora Jawa Tengah pada 24 Maret 1993. Hobby ikutan lomba dan sayang sama keluarga.